<div><strong><span style="font-size:16px"><span style="background-color:#FFA07A">ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA</span></span><br />
KLUB SAMOYED INDONESIA</strong></div>
<div> </div>
<div style="margin-left: 80px;"><strong><span style="background-color:#FFD700">ANGGARAN DASAR</span></strong></div>
<div> </div>
<div><span style="font-size:14px"><strong>PENDAHULUAN</strong><br />
Perkembangan dan pertumbuhan trah Samoyed di Indonesia membutuhkan suatu<br />
kerja sama yang baik antara para penggemar trah ini. Hal ini juga berarti bahwa<br />
silahturahmi dan komunikasi antar sesama penggemar merupakan titik awal<br />
keberhasilan dan pertumbuhan perkembangan trah Samoyed di Indonesia.</span></div>
<div><br />
<span style="font-size:14px">Memahami betul bahwa untuk mengembangkan trah Samoyed ini diperlukan<br />
pengetahuan, pemahaman dan kemampuan yang mendalam, maka para penggemar<br />
trah samoyed di Indonesia memandang perlunya dibentuk suatu organisasi yang<br />
dapat menaungi dan memfasilitasi peningkatan pengetahuan dan kemampuan<br />
mengenai trah Samoyed.</span></div>
<div><br />
<span style="font-size:14px">Dalam rangka mengembangkan dan memajukan trah Samoyed di Indonesia, maka<br />
para penggemar dan pecinta trah Samoyed bermusyawarah mufakat untuk<br />
membentuk organisasi Klub Samoyed Indonesia yang disingkat KSI.</span></div>
<div><br />
<span style="font-size:14px">Untuk memenuhi persyaratan dan pengembangan sebuah organisasi, maka<br />
diperlukan peraturan dan / atau ketentuan yang jelas, yang tercantum di dalam<br />
Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga ( AD/ART) sebagai berikut ;</span></div>
<div style="margin-left: 80px;"> </div>
<div style="margin-left: 80px;"><strong>BAB I<br />
UMUM</strong></div>
<div><strong>Pasal 1</strong><br />
<strong>Nama</strong></div>
<div>Organisasi ini bernama "Klub Samoyed Indonesia" yang disingkat KSI.</div>
<div> </div>
<div><strong>Pasal 2</strong><br />
<strong>Waktu dan Sifat</strong></div>
<div>2,1 KSI didirikan pada Kongres I di Bandung pada tanggal 25 Januari 2014<br />
untuk waktu yang tidak ditentukan batasnya.<br />
2,2 KSI merupakan satu-satunya organisasi yang diakui dan disahkan oleh<br />
PERKIN untuk menangani pengembangan dan kegiatan anjing trah<br />
Samoyed yang diakui oleh PERKIN yang mencakup seluruh wilayah<br />
Indonesia, oleh karena itu KSI bernaung di bawah PERKIN.</div>
<div> </div>
<div><strong>Pasal 3</strong><br />
<strong>Azas</strong></div>
<div><strong>KSI berazaskan Pancasila dan berlandaskan Undang-Undang Dasar 1945.</strong></div>
<div> </div>
<table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" style="width:513px">
<tbody>
<tr>
<td colspan="8" style="height:21px; width:509px">
<div><strong>Pasal 4</strong></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="8" style="height:21px">
<div><strong><u>Visi</u></strong></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="8" style="height:24px">
<div>Sebagai suatu wadah kebersamaan dan kerja sama untuk meningkatkan </div>
</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="8" style="height:24px">
<div>persahabatan antara pecinta, pemilik anjing trah Samoyed dan meningkatkan </div>
</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7" style="height:24px">
<div>kualitas Samoyed di Indonesia yang sesuai dengan FCI.</div>
<div> </div>
</td>
<td>
<div> </div>
</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="8" style="height:21px">
<div><strong>Pasal 5</strong></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="8" style="height:21px">
<div><strong><u>Misi dan Motto</u></strong></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="height:21px">5,1<br />
Melakukan pembinaan dan pengembangan dalam pameran, olah raga<br />
ketangkasan, kepatuhan dan perlombaan fungsional anjing trah Samoyed<br />
yang berada di wilayah Indonesia.<br />
5,2<br />
Menyelenggarakan Kegiatan Rutin Tahunan.<br />
5,3<br />
Mengadakan seminar edukasi, pelatihan, gathering, dog show bagi pemilik<br />
dan pecinta anjing trah Samoyed.<br />
5,4<br />
Motto KSI adalah :<br />
" United in Smile to Strive The Best "</td>
<td colspan="7"> </td>
</tr>
<tr>
<td style="height:21px"> </td>
<td colspan="7"> </td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div><strong>Pasal 6</strong><br />
<strong>Usaha dan Kegiatan</strong></div>
<div>6,1 </div>
<div>Mensosialisasikan dan menyebarluaskan pengetahuan kinologi pada<br />
umumnya dan pendalaman mengenai trah Samoyed, khususnya di antara<br />
anggota PERKIN sesuai dengan peraturan yang mengacu pada FCI.<br />
6,2 </div>
<div>Melakukan Workshop dan Pelatihan Rutin trah Samoyed.<br />
6,3 </div>
<div>Menyelenggarakan kejuaraan trah Samoyed.<br />
6,4 </div>
<div>Mendukung, mengarahkan dan mengawasi perkembangan trah Samoyed<br />
di Indonesia.<br />
6,5 </div>
<div>Mendukung dan membantu anggotanya untuk meningkatkan pengetahuan<br />
tentang trah Samoyed.<br />
6,6 </div>
<div>Menggunakan sarana dan media lain untuk menunjang kegiatan - kegiatan<br />
di atas.<br />
6,7 </div>
<div>Menjalin hubungan kerja sama yang seluas - luasnya dengan perkumpulan<br />
atau organisasi lain yang terkait, di tingkat nasional dan internasional.</div>
<div> </div>
<div><strong>Pasal 7</strong><br />
<strong>Keuangan</strong></div>
<div>7,1</div>
<div>Keuangan perkumpulan diperoleh dari :<br />
a. Uang pangkal anggota.<br />
b. Uang iuran tahunan para anggota.<br />
c. Keuntungan dari penyelenggaraan kompetisi.<br />
7,2</div>
<div>Ketentuan - ketentuan yang dinyatakan dalam ayat 1 tersebut di atas,<br />
harus didasarkan pada azas - azas sukarela , tidak mengikat, dan tidak<br />
bertentangan dengan peraturan - peraturan yang berlaku, dan juga tidak<br />
bertentangan dengan maksud serta tujuan didirikannya KSI.</div>
<p style="margin-left:80px"> </p>
<p style="margin-left:80px"><strong>BAB II<br />
PENGURUS DAN ANGGOTA</strong></p>
<div><strong>Pasal 8</strong></div>
<div><strong>Kepengurusan</strong></div>
<div>8,1 </div>
<div>KSI Pusat dan Wilayah memiliki struktur kepengurusan sebagai berikut :<br />
a. Pengurus Umum<br />
-Ketua<br />
-Wakil Ketua<br />
-Sekretaris<br />
-Bendahara<br />
-Biro Kompetisi dan Kejuaraan<br />
-Biro Umum dan Humas<br />
-Biro<br />
b. Pengurus Luar Biasa<br />
-Pelindung<br />
-Penasehat<br />
8,2</div>
<div>Yang dapat menjadi Pengurus KSI Pusat dan Wilayah harus memenuhi<br />
persyaratan sebagai berikut :<br />
a.Anggota PERKIN dan anggota KSI.<br />
b.Bersedia mematuhi Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga<br />
KSI dan ketentuan yang telah dibuat dan disepakati.<br />
c.Berkomitmen untuk mengemban tugas kepengurusan tanpa mementingkan kepentingan pribadi.<br />
d.Pengurus harus merupakan Warga Negara Indonesia.<br />
8,3</div>
<div>Jabatan Ketua Umum KSI Pusat dan Wilayah hanya dapat dijabat oleh<br />
orang yang sama selama tiga kali berturut-turut masa jabatan, kecuali<br />
karena sesuatu hal yang mendesak yang telah disepakati dalam<br />
musyawarah bersama, maka kandidat tersebut dapat menjabat kembali.</div>
<div> </div>
<div><strong>Pasal 9<br />
Kewajiban dan Wewenang Pengurus KSI Pusat</strong></div>
<div>9,1 </div>
<div>Pengurus KSI Pusat berkewajiban menjalankan peraturan-peraturan yang<br />
telah ditentukan dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga dan<br />
peraturan-peraturan lain yang ditetapkan, serta mendokumentasikannya<br />
dengan baik;<br />
9,2 </div>
<div>Pengurus KSI Pusat berkewajiban melaksanakan rapat pleno pengurus<br />
untuk membuat, meninjau dan / atau merevisi peraturan-peraturan yang<br />
diperlukan untuk organisasi dan hal - hal lain yang belum tercantum di<br />
dalam Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga;<br />
9,3 </div>
<div>Keputusan - keputusan Pengurus KSI Pusat yang bersifat mendasar<br />
diambil berdasarkan h asil Rapat Pleno Nasional KSI / Rapat Pleno<br />
Pengurus KSI Pusat dan surat keputusannya ditandatangani oleh Ketua<br />
Umum KSI Pusat atau Ketua, dengan Sekretaris Umum;<br />
9,4 </div>
<div>Keputusan-keputusan Pengurus KSI Pusat yang bersifat rutin dapat<br />
diambil langsung oleh pengurus masing-masing, dan surat keputusannya<br />
ditandatangani oleh Ketua dan Biro yang bersangkutan, atau Ketua dan<br />
Sekretaris Umum;<br />
9,5 </div>
<div>Guna tertib dan lancarnya Organisasi, Pengurus KSI Pusat berhak<br />
menegur serta memberikan sanksi seperlunya kepada anggota Pengurus<br />
KSI Pusat, anggota Pengurus KSI Wilayah atau anggota yang tidak<br />
melaksanakan dan / atau tidak memenuhi Anggaran Dasar, Anggaran<br />
Rumah Tangga dan peraturan-peraturan lainnya;<br />
9,6 </div>
<div>Bila usaha Pengurus KSI Pusat seperti tersebut dalam ayat 9.5 pasal ini,<br />
tidak membuahkan hasil bagi lancarnya organisasi maupun ketertiban<br />
administrasi KSI atau tidak ditaati / dilaksanakan keputusan-keputusan<br />
dan / atau peraturan-peraturan Pengurus KSI Pusat, maka Pengurus KSI<br />
Pusat berhak mengambil tindakan terhadap anggota Pengurus KSI Pusat,<br />
anggota Pengurus KSI Wilayah guna tegaknya organisasi dan disiplin, dan<br />
bila masih dianggap perlu memberhentikan anggota yang bersangkutan<br />
dari jabatannya atau membekukan kepengurusan KSI Wilayah;<br />
9,7 </div>
<div>Apabila kepengurusan KSI Wilayah tidak aktif lagi atau tidak mentaati<br />
ketentuan-ketentuan KSI seperti AD/ART dan peraturan lainnya maka :<br />
1. KSI Pusat berdasarkan Rapat Pleno Pengurus KSI Pusat berhak<br />
membekukan kepengurusan Wilayah yang bersangkutan.<br />
2. Untuk mengaktifkan kembali Wilayah tersebut, KSI Pusat<br />
menunjuk Ad Hoc berdasarkan Rapat Pleno KSI Pusat yang<br />
bertugas khususnya dengan ketentuan yang ada, meminta<br />
pertanggungjawaban Pengurus yang dibekukan dan memilih<br />
Pengurus yang baru.<br />
</div>
<div><strong>Pasal 10<br />
Kewajiban dan Wewenang Pengurus KSI Wilayah</strong></div>
<div>10,1<br />
Pengurus KSI Wilayah dalam menjalankan tugasnya, berkewajiban<br />
menjalankan peraturan - peraturan yang menjadi wewenangnya yang<br />
ditetapkan dalam Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga dan<br />
peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh Pengurus KSI Pusat, dan<br />
memiliki riwayat perilaku yang baik;<br />
10,2<br />
Guna tertib dan lancarnya organisasi di wilayah, Pengurus KSI Wilayah<br />
berhak menegur serta memberikan sanksi seperlunya atau<br />
memberhentikan dari jabatannya kepada Anggota Pengurus KSI Wilayah,<br />
Anggota KSI Wilayah yang tidak melaksanakan atau tidak memenuhi<br />
Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga, peraturan - peraturan dari<br />
Pengurus KSI Pusat;<br />
10,3<br />
Rapat Pleno Pengurus KSI Wilayah dapat mebuat peraturan-peraturan<br />
pelaksanaan, termasuk program kerja, uraian tugas, dan anggaran belanja<br />
untuk wilayahnya masing-masing;<br />
10,4<br />
Keputusan - keputusan Pengurus KSI Wilayah yang bersifat mendasar<br />
dapat diambil berdasarkan hasil Rapat Pleno Pengurus KSI Wilayah dan<br />
surat keputusannya ditandatangani oleh Ketua Umum KAI Wilayah, atau<br />
Ketua dengan Sekretaris Umum;<br />
10,5<br />
Keputusan - keputusan Pengurus KSI Wilayah yang bersifat rutin dapat<br />
diambil langsung oleh pengurus masing - masing, dan surat keputusannya<br />
ditandatangani oleh Ketua dan Biro yang bersangkutan, atau Ketua<br />
dengan Sekretaris Umum.</div>
<div> </div>
<div><strong>Pasal 11</strong></div>
<div><strong>Sekretariat</strong></div>
<div>11,1<br />
Sekretaris Umum memimpin Sekretariat masing - masing, yang mengatur<br />
dan mengurus surat-menyurat dan administrasi perkumpulan<br />
11,2<br />
Surat - surat intern dari anggota pengurus dan Kepala Biro di dalam<br />
Pengurus KSI Pusat atau Pengurus KSI Wilayah, cukup ditandatangani<br />
oleh anggota Pengurus atau Kepala Biro yang bersangkutan dengan<br />
tembusan masing-masing Sekretarisnya.</div>
<div> </div>
<div><strong>Pasal 12</strong><br />
<strong>Kedudukan Pengurus</strong></div>
<div>Pengurus KSI berkedudukan di seluruh wilayah Indonesia.</div>
<div> </div>
<div><strong>Pasal 13</strong><br />
<strong>Pimpinan</strong></div>
<div>13,1<br />
Pengurus KSI dipimpin oleh pengurus yang ditentukan oleh Rapat<br />
Anggota.<br />
13,2<br />
Masa jabatan Pimpinan adalah 3 tahun dan dapat dipilih kembali<br />
sebanyak 3 kali.</div>
<div> </div>
<div><strong>Pasal 14</strong><br />
<strong>Keanggotaan</strong></div>
<div>14,1<br />
Keanggotaan KSI terdiri dari :<br />
a.<br />
Anggota Biasa<br />
Anggota PERKIN yang telah mendaftarkan diri di KSI Wilayah<br />
dan diterima oleh Pengurus KSI Pusat.<br />
b.<br />
Anggota Luar Biasa<br />
Perorangan dan / atau Badan yang mempunyai minat dan simpati<br />
kepada KSI yang diangkat berdasarkan keputusan Rapat Pleno<br />
KSI atas usulan KSI Wilayah, atau<br />
c.<br />
Anggota Propinsi<br />
Perorangan yang ingin mendaftarkan diri sebagai anggota biasa<br />
KSI, namun wilayahnya belum memiliki KSI wilayah, sehingga<br />
dapat mengajukan permohonan mendaftar ke KSI Pusat.<br />
Keanggotaan akan dipindahkan kepada KSI Wilayah ketika telah<br />
terbentuk, dan statusnya menjadi anggota biasa.<br />
d.<br />
Anggota Kehormatan<br />
Perorangan / badan - badan yang karena jasanya kepada KSI,<br />
diangkat berdasarkan Keputusan Musyawarah.<br />
e.<br />
Club Anggota<br />
Merupakan club trah samoyed setempat yang mengajukan<br />
permohonan untuk mendaftarkan clubnya sebagai anggota dari<br />
KSI. Kewajiban dan Hak club anggota sama halnya dengan<br />
anggota biasa.<br />
14,2<br />
Apabila PERKIN Wilayah belum memiliki KSI Wilayah, maka harus<br />
segera diajukan kepada KSI Pusat untuk pembentukan KSI Wilayah.</div>
<div> </div>
<div><strong>Pasal 15</strong><br />
<strong>Rapat-rapat</strong></div>
<div>KSI mengenal jenis rapat sebagai berikut :<br />
15,1<br />
Kongres KSI PUSAT<br />
15,2<br />
Rapat Pleno Pengurus KSI Pusat<br />
15,3<br />
Rapat Pleno Nasional KSI<br />
15,4<br />
Rapat Anggota KSI Wilayah<br />
15,5<br />
Rapat Pleno Pengurus KSI Wilayah</div>
<div> </div>
<div><strong>Pasal 16</strong></div>
<div><strong>Perubahan Anggaran Dasar</strong></div>
<div>Anggaran Dasar KSI hanya dapat dirubah oleh Musyawarah Nasional dan<br />
disetujui oleh 1/2 + 1 peserta musyawarah. Perubahan akan berlaku jika sudah<br />
disahkan oleh PERKIN.<br />
Usulan Perubahan mengenai isi dari Anggaran Dasar harus diajukan maksimal<br />
2 minggu sebelum diadakan musyawarah.</div>
<div> </div>
<div><strong>Pasal 17</strong></div>
<div><strong>Anggaran Rumah Tangga</strong><br />
Hal - hal yang belum diatur di dalam Anggaran Dasar, diatur dalam Anggaran<br />
Rumah Tangga.</div>
<div> </div>
<div><strong>Pasal 18</strong></div>
<div><strong>Perubahan Anggaran Rumah Tangga</strong></div>
<div>Anggaran Rumah Tangga KSI hanya dapat dirubah oleh Musyawarah Nasional<br />
KSI dan disetujui oleh lebih dari 1/2 + 1 peserta musyawarah. Perubahan akan<br />
berUsulan Perubahan mengenai isi dari Anggaran Rumah Tangga harus diajukan<br />
maksimal 2 minggu sebelum diadakan musyawarah.laku juka sudah disahkan oleh PERKIN.<br />
</div>
<div><strong>Pasal 19</strong></div>
<div><strong>Pembubaran</strong></div>
<div>Pembubaran KSI ditetapkan dan diatur dalam Musyawarah KSI yang khusus<br />
diselenggarakan untuk maksud tersebut.</div>
<hr />
<div style="margin-left: 80px;"> </div>
<div style="margin-left: 80px;"><strong><span style="background-color:#FFD700">ANGGARAN RUMAH TANGGA</span></strong></div>
<div><strong>PENDAHULUAN</strong></div>
<div>Anggaran Rumah Tangga ini merupakan sebuah bagian yang tidak terpisahkan<br />
dengan Anggaran Dasar, dan memuat penjelasan - penjelasan, khususnya yang<br />
belum dicantumkan di dalam Anggaran Dasar;</div>
<div style="margin-left: 80px;"><strong>BAB I</strong></div>
<div style="margin-left: 80px;"><strong>UMUM</strong></div>
<div><strong>Pasal 1</strong></div>
<div>Anggaran Rumah Tangga ini disusun berdasarkan Anggaran Dasar.</div>
<div> </div>
<div><strong>Pasal 2</strong></div>
<div><strong>Kegiatan</strong></div>
<div>Kegiatan yang dilakukan dalam pengembangan trah Samoyed di Indonesia oleh<br />
KSI adalah sebagai berikut;<br />
2,1<br />
Mensosialisasikan dan menyebarluaskan pengetahuan kinologi pada<br />
umumnya dan pendalaman mengenai trah Samoyed, khususnya di antara<br />
anggota PERKIN sesuai dengan peraturan yang mengacu pada FCI.<br />
a.<br />
Mengadakan kerjasama dengan media massa, terutama media<br />
siaran dan media cetak elektronik dan non elektronik dalam<br />
sosialisasi kegiatan, program dan acara yang dilakukan oleh KSI<br />
b.<br />
Menerbitkan karya tulis elektronik dan non elektronik mengenai<br />
trah Samoyed<br />
2,2<br />
Melakukan Workshop dan Pelatihan Rutin trah Samoyed.<br />
a. Menerbitkan regulasi trah Samoyed di Indonesia, melakukan<br />
evaluasi dan revisi di dalamnya<br />
b. Melaksanakan sistem pameran, ketangkasan, kepatuhan dan<br />
perlombaan fungsional<br />
c. Melakukan pendidikan dan sertfikasi juri trah Samoyed<br />
d. Melakukan Pelatihan para peserta dan kompetitor<br />
e. Melakukan pendidikan dan sertfikasi seluruh instrumen kejuaraan<br />
f. Mengadakan forum bagi para anggota</div>
<div>2,3</div>
<div>Menggunakan sarana dan media lain untuk menunjang kegiatan - kegiatan<br />
2,4<br />
Menjalin hubungan kerja sama yang seluas-luasnya dengan perkumpulan<br />
atau organisasi lain yang terkait, di tingkat nasional dan internasional,<br />
khususnya breed club yang telah ada di Indonesia</div>
<div> </div>
<div><strong>Pasal 3</strong></div>
<div><strong>Lambang dan Makna</strong></div>
<div>3,1<br />
Lambang dan bendera KSI dibuat dan disahkan oleh Pengurus KSI Pusat.<br />
3,2<br />
Lambang KSI adalah sebagai berikut :</div>
<div>3,3<br />
Makna yang terkandung di dalam lambang adalah sebagai berikut :<br />
a. Latar logo yang berupa Bendera Merah Putih menandakan bahwa<br />
organisasi ini berada di Indonesia.<br />
b. Logo anjing samoyed di tengah melambangkan organisasi ini<br />
terbentuk dari pecinta anjing khususnya trah samoyed.<br />
c. Padi melambangkan persahabatan dari pecinta dan pemilik anjing<br />
trah samoyed dan ilmu pengetahuan guna meningkatkan kualitas<br />
trah samoyed yang ada di Indonesia.<br />
d. 3 snowflakes melambangkan organisasi ini terbentuk dari 3 wilayah<br />
yaitu Jaya, Jabar dan Jatim.<br />
e. Est.2013 yaitu tahun berdirinya Klub Samoyed Indonesia yaitu<br />
tahun 2013.<br />
</div>
<div><strong>Pasal 4</strong></div>
<div><strong>Keanggotaan</strong></div>
<div>4,1<br />
Seseorang dikatakan sebagai anggota KSI adalah perorangan, pemilik<br />
anjing trah Samoyed yang terdaftar di PERKIN, merupakan WNI dan<br />
bersedia memenuhi kewajiban sebagai anggota.<br />
4,2<br />
Prosedur Penerimaan Anggota<br />
a. Calon anggota mengisi formulir pendaftaran menjadi anggota<br />
kepada masing - masing wilayah dengan membuktikan kepemilikan<br />
anjing dan keanggotaan PERKIN<br />
b. Calon anggota membayar uang pangkal dan iuran<br />
c. Data-data tersebut diteruskan ke KSI Pusat<br />
d. Setelah permohonan disetujui, maka KSI Pusat menerbitkan kartu<br />
anggota<br />
4,3<br />
Keanggotaan berakhir jika :<br />
a. Meninggal dunia.<br />
b. Mengundurkan diri.<br />
c. Diberhentikan oleh karena perbuatan yang melanggar peraturan<br />
atau berprilaku tidak terpuji sesuai norma-norma yang berlaku.<br />
d. Tidak melunasi iuran tahunan.<br />
e. Anggota memiliki suara dalam Musyawarah apabila telah<br />
ditetapkan oleh Kepengurusan.<br />
4,4<br />
Pemberhentian sementara anggota<br />
a. Terhadap anggota perkumpulan yang telah bertindak bertentangan<br />
dengan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, peraturan -<br />
peraturan perkumpulan serta berprilaku tidak terpuji sesuai dengan<br />
norma - norma yang berlaku, dapat diberhentikan sementara oleh<br />
Pengurus, dengan tidak mengurangi hak Pengurus untuk<br />
memberhentikan selama - lamanya.<br />
b. Terhadap anggota yang diberhentikan sementara tersebut,<br />
diberikan kesempatan untuk membela diri pada Rapat Anggota<br />
Wilayah berikutnya, dan akan diputuskan apakah yang<br />
bersangkutan akan dikembalikan keanggotaannya, diberhentikan<br />
sementara untuk jangka waktu tertentu atau akan diberhentikan<br />
selamanya.</div>
<div> </div>
<div style="margin-left: 80px;"><strong>BAB II<br />
RAPAT - RAPAT</strong></div>
<div><strong>Pasal 5</strong></div>
<div><strong><u>Kongres</u></strong><br />
5,1<br />
Kongres adalah badan kekuasaan tertinggi dalam organisasi KSI.<br />
5,2<br />
Tugas dan wewenang<br />
- Memilih Ketua Umum<br />
- Pertanggungjawaban Pengurus<br />
- Menyempurnakan dan atau mengubah AD ART<br />
5,3<br />
Kongres KSI diselenggarakan oleh Pengurus Pusat sekurang-kurangnya<br />
sekali dalam 3 ( tiga ) tahun, terkecuali dianggap perlu diselenggarakan<br />
sebelum waktunya atas permintaan oleh sekurang - kurangnya 1/2<br />
( setengah ) dari jumlah wilayah yang ada. Apabila setelah 1 ( satu ) bulan<br />
ternyata Pengurus Pusat tidak menyelenggarakan Kongres, maka pengusul<br />
secara bersama - sama berhak memanggil wilayah - wilayah lainnya untuk<br />
menyelenggarakan Kongres, dengan pembiayaan atas tanggungan<br />
perkumpulan.<br />
5,4<br />
Undangan untuk menghadiri Kongres, dilakukan dengan surat yang<br />
dikirim sekurang - kurangnya 30 (tiga puluh) hari (tertanggal stempel pos)<br />
sebelum Kongres diadakan.<br />
5,5<br />
Kongres dianggap sah, apabila dihadiri oleh 1/2 (setengah) ditambah satu<br />
dari jumlah wilayah yang ada.<br />
Jika quorum tidak mencukupi, maka rapat tersebut ditunda untuk jangka<br />
waktu 1 ( satu ) jam. Setelah penundaan dan yang hadir belum juga<br />
mencukupi, maka Kongres akan diserahkan pada Pimpinan Sidang.<br />
5,6<br />
Setiap wilayah akan diwakili oleh 3 (tiga) orang utusan, yang telah dipilih<br />
dan disahkan dalam Rapat Anggota KAI Wilayah.<br />
5,7<br />
Dalam Kongres, Pengurus Pusat akan memberikan laporan serta<br />
pertanggungjawaban tentang keadaan, keuangan, kegiatan dan hasil yang<br />
telah dicapai selama dalam masa kepengurusannya.<br />
5,8<br />
Kongres dibuka oleh Ketua Umum atau yang mewakilinya dari Pengurus<br />
KSI Pusat. Pada saat kongres membicarakan laporan pertanggung-<br />
jawaban Pengurus KSI Pusat, maka Pimpinan Kongres diserahkan<br />
kepada peserta yang dipilih dari peserta Kongres.</div>
<div><strong><u>Rapat Anggota KSI Wilayah</u></strong><br />
5,9<br />
Rapat Anggota diselenggarakan oleh Pengurus sekurang-kurangnya sekali<br />
dalam 1 ( satu ) tahun, kecuali apabila sebelumnya dianggap perlu untuk<br />
diadakan, atas permintaan oleh sekurang - kurangnya 1/4 ( seperempat )<br />
dari jumlah seluruh anggota di wilayah atau atas permintaan Pengurus<br />
Pusat.<br />
5.10<br />
Dalam hal apabila setelah 1 (satu) tahun, ternyata Pengurus KSI Wilayah<br />
tidak atau belum menyelenggarakan Rapat Anggota atas permintaan para<br />
anggota atau Pengurus KSI Pusat, maka para pengusul berhak untuk<br />
mengadakan Rapat Anggota, dan biaya ditanggung perkumpulan.<br />
5,11<br />
Undangan untuk menghadiri rapat ini, dilakukan dengan surat yang<br />
dikirimkan sekurang - kurangnya 1 ( satu ) minggu ( tanggal stempel pos )<br />
sebelum rapat.<br />
5,12<br />
Rapat Anggota dianggap sah, apabila dihadiri oleh 1/2 (setengah) tambah<br />
satu dari jumlah seluruh anggota.<br />
Jikalau quorum tidak mencukupi, maka rapat tersebut ditunda untuk<br />
jangka waktu 1 ( satu ) jam. Setelah penundaan yang hadir belum<br />
mencukupi, maka dalam rapat tersebut dapat diambil keputusan -<br />
keputusan.<br />
5,13<br />
Pada Rapat Anggota, Pengurus KSI Wilayah akan memberikan Laporan<br />
Pertanggungan-jawab tentang keadaan perkumpulan, serta hasil yang telah<br />
dicapai selama dalam masa kepengurusannya.<br />
5,14<br />
Rapat dipimpin oleh Ketua Pengurus KSI Wilayah, dan dalam hal ini tidak<br />
ada seorang Ketua-pun hadir, maka Rapat dipimpin oleh salah seorang<br />
Anggota Pengurus yang lain ataupun jika diperlukan dapat dipimpin oleh<br />
salah seorang yang hadir.<br />
5,15<br />
Dalam membicarakan kebijaksanaan Kepengurusan, laporan dan<br />
pertanggungan - jawab keuangan, serta juga pemilihan Pengurus baru,<br />
maka rapat dipimpin oleh salah seorang yang hadir dan yang dipilih oleh<br />
rapat.</div>
<div><br />
<u><strong>Rapat Pleno Pengurus Pusat / Wilayah</strong></u><br />
5,16<br />
Rapat Pleno Pengurus diselenggarakan oleh Pengurus sekurang-kurangnya<br />
sekali dalam 3 ( tiga ) bulan, kecuali apabila sebelum waktunya dianggap<br />
perlu untuk diadakan atas permintaan oleh sekurang - kurangnya 5 ( lima )<br />
orang anggota Pengurus.PUSAT<br />
Dalam hal apabila setelah 1 ( satu ) bulan, ternyata Pengurus tidak<br />
menyelenggarakan Rapat Pleno atas permintaan dari para anggotanya<br />
tersebut, maka para anggota pengusul Rapat Pleno tersebut, secara<br />
bersama - sama berhak memanggil para Pengurus lainnya untuk<br />
mengadakan Rapat Pleno, dengan pembiayaan atas tanggungan<br />
perkumpulan.</div>
<div>5,17<br />
Undangan menghadiri rapat ini, dilakukan dengan surat yang dikirimkan<br />
sekurang - kurangnya 1 ( satu ) minggu ( tanggal stempel pos ) sebelum<br />
rapat diadakan.<br />
5,18<br />
Dalam Rapat Pleno Pengurus Wilayah, Pengurus Pusat dapat hadir dan<br />
dapat memberikan usulan ataupun saran-saran.<br />
5,19<br />
Rapat Pleno Pengurus adalah sah, apabila dihadiri 1/2 ( setengah )<br />
ditambah 1 ( satu ) dari jumlah anggota Pengurus.<br />
Jikalau quorum tidak mencukupi, maka rapat tersebut ditunda untuk<br />
jangka waktu 1 ( satu ) jam. Setelan penundaan yang hadir belum cukup,<br />
maka dalam rapat tersebut dapat diambil keputusan-keputusan.<br />
5.20<br />
Rapat Pleno Pengurus dipimpin oleh salah seorang Ketua-nya, dan dalam<br />
hal tidak ada seorang Ketua pun hadir, maka rapat dipimpin oleh salah<br />
seorang Pengurus yang hadir dan yang dipilih rapat.</div>
<div> </div>
<div><strong>Pasal 6</strong></div>
<div><strong>Hak Suara</strong></div>
<div>6,1<br />
Di dalam Kongres, setiap wilayah mempunyai hak satu suara.<br />
6,2<br />
Di dalam Rapat Pleno Pengurus KSI, setiap anggota Pengurus mempunyai<br />
hak satu suara.<br />
6,3<br />
Di dalam Rapat Anggota Wilayah setiap anggota mempunyai hak satu<br />
suara.<br />
6,4<br />
Pada dasarnya, setiap keputusan diambil atas dasar musyawarah dan<br />
mufakat. Apabila hal tersebut tidak tercapai, maka keputusan akan<br />
diambil dengan suara terbanyak seperti biasa. Apabila antara suara yang<br />
setuju dan tidak setuju mengenai diri seseorang sama banyaknya maka<br />
Pimpinan Sidang yang akan menentukan, sedangkan bila mengenai hal-hal<br />
lainnya dianggap ditolak.</div>
<div> </div>
<div><strong>Pasal 7</strong></div>
<div><strong>Perubahan Anggaran Rumah Tangga</strong></div>
<div>7,1<br />
Perubahan Anggaran Rumah Tangga dapat dilakukan dalam Rapat Pleno<br />
Pengurus KSI Wilayah yang khusus diselenggarakan untuk maksud itu<br />
dan dihadiri oleh sekurang-kurangnya 1/2 + 1 dari jumlah Pengurus.<br />
7,2<br />
Keputusan perubahan Anggaran Rumah Tangga, dapat diambil atas<br />
pesetujuan dari sekurang-kurangnya 1/2 + 1 jumlah yang hadir.</div>
<div style="margin-left: 80px;"> </div>
<div style="margin-left: 80px;"><strong>BAB III</strong></div>
<div style="margin-left: 80px;"><strong>SENGKETA</strong></div>
<div><strong>Pasal 8</strong></div>
<div>8,1<br />
Persengketaan dan / atau perbedaan pendapat yang menyangkut<br />
permasalahan dalam organisasi, baik pada Pusat dan Wilayah serta<br />
pengurus dan anggotanya akan diselesaikan secara musyawarah untuk<br />
mencapai mufakat.<br />
8,2<br />
Persengketaan dan / atau perbedaan pendapat tersebut tidak boleh<br />
diajukan ke depan mahkamah pengadilan manapun.<br />
8,3<br />
Bila dipandang perlu, Ketua Umum setelah mengadakan Rapat Pleno<br />
Pengurus Pusat dapat membentuk suatu Dewan Arbitrase yang<br />
beranggotakan 3 (tiga) orang dan Keputusannya selalu bersifat final.</div>
<div> </div>
<div><strong>PENUTUP</strong></div>
<div>Segala hal yang tidak ataupun belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini,<br />
akan diatur dalam peraturan - peraturan yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat.</div>
<div>
<hr /></div>
<div style="page-break-after: always;"><span style="display:none"> </span></div>
<p style="margin-left:80px"><span style="font-size:16px"><strong><span style="background-color:#FFA07A">KODE ETIK KEANGGOTAAN</span></strong></span></p>
<p>Konstitusi KLUB SAMOYED INDONESIA, menyatakan bahwa klub, “Harus melakukan segala daya dan upaya untuk melindungi dan memajukan kepentingan trah”.</p>
<p>Para calon member dan member yang sudah terdaftar, member setuju untuk mencapai tujuan klub dan melakukan semua aktivitas yang berhubungan dengan trah sesuai dengan Kode Etik ini.</p>
<p>Seorang anggota KSI hendaknya melakukan kegiatan sebagai berikut :</p>
<p><strong>PEMBIAKAN</strong></p>
<ol>
<li>Setiap kelahiran adalah hasil perencanaan yang cermat, dari indukan yang bebas dari penyakit keturunan, cacat, kesehatan, temperamen dan kesesuaian standar dari standar resmi trah.</li>
<li>Anggota KSI harus sangat mempertimbangkan dengan cermat penempatan anakan, baik pet maupun show potential.</li>
<li>Anggota KSI hanya mengembangbiakkan samoyed dewasa yang sehat, sebaiknya berusia 15 bulan, tetapi minimal berusia 12 bulan.</li>
<li>Sebelum membreeding samoyed, anggota KSI disarankan melakukan sertifikasi bahwa hips normal dan mata bebas dari cacat genetik yang dikeluarkan oleh dokter hewan setempat. Anggota KSI hanya membiakkan samoyed ke samoyed lain yang sudah terdaftar/teregister.</li>
<li>Breeder tidak boleh menggalang donasi untuk keperluan anjingnya</li>
<li>Saling menghormati sesama breeder dan pemilik, tidak menjelekkan satu dengan lain</li>
</ol>
<p><strong>PENJUALAN</strong></p>
<ol>
<li>
<div>Anggota KSI tidak menjual, menyerahkan, atau memindahtangankan anak anjing, atau anjing dewasa, ke pet shop, pedagang grosir, sponsor kontes, atau siapa pun yang diketahui merendahkan trah samoyed atau anjing trah murni, atau kepada individu yang bermaksud untuk mengawinkan dan/atau menjual kepada pihak tersebut di atas.</div>
</li>
<li>
<div>Anggota KSI disarankan membuat perjanjian tertulis yang ditandatangani oleh semua pihak sebelum semua transaksi, penjualan, penyewaan dan layanan lainnya, dan menyerahkan semua formulir yang diperlukan untuk registrasi.</div>
</li>
<li>
<div>Anggota KSI menyarankan pembeli untuk mensterilkan samoyed yang tidak akan ditampilkan dalam konformasi jika diketahui ada kelainan kesehatan yang mengancam jiwa. Dengan menggunakan registrasi terbatas sebagaimana mestinya. Anggota KSI sebenarnya tidak memindahkan anak anjing ke rumah baru sampai mereka berusia minimal 7 minggu.</div>
</li>
<li>
<div>Pengiriman anjing harus sesuai dengan yang dipilih pembeli, penjelasan mengenai ciri fisik, nomor microchip, lengkap dengan stambum dan buku vaksin</div>
</li>
<li>
<div>Wajib vaksin sebelum berpindah tangan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku</div>
</li>
<li>
<div>Breeder/ penjual wajib memberi info indukan dan anakan kepada pembeli baik secara online atau offline</div>
</li>
<li>
<div>Breeder membimbing pembeli mengenai pemeliharaan</div>
</li>
<li>
<div>Dapat melampirkan surat keterangan sehat dari dokter sebelum anjing berpindah tangan</div>
</li>
</ol>
<p><strong>KESEHATAN</strong></p>
<p>Anggota KSI mengikuti pedoman dasar praktis kennel yang baik dan memberikan perlindungan maksimal kepada semua samoyed terhadap penyakit menular, dan berkonsultasi dengan dokter hewan berlisensi jika diperlukan. Anggota KSI tidak akan mengekspose, melepaskan, atau dengan cara lain mengirimkan Samoyed yang diketahui telah terkena penyakit menular sampai masa inkubasi penyakit tersebut berakhir.</p>
<p><strong>REGISTRASI</strong></p>
<p>Anggota KSI mendaftarkan samoyednya ke Perkumpulan Kinologi Indonesia (PERKIN) dengan data yang akurat dan mematuhi peraturan dan ketentuan PERKIN.</p>
<p><strong>PAMERAN</strong></p>
<p>Anggota KSI berpartisipasi dalam kompetisi yang sesuai dengan aturan PERKIN dengan semangat sportivitas yang baik. Ketika bepergian dengan Samoyed, anggota KSI mengambil tindakan pencegahan yang wajar untuk menjaga hotel dan tempat pertunjukan dalam kondisi bersih.</p>
<p>Ketika anggota KSI dihadapkan pada situasi yang tidak tercakup dalam Kode Etik ini, anggota KSI dapat bertindak sedemikian rupa demi kepentingan terbaik trahnya dan anggota tersebut.</p>
<p>Segala kesalahan/pelanggaran Kode Etik akan dianggap merugikan kepentingan terbaik bagi trah Samoyed.</p>
<p><span style="color:#B22222"><em>Passed by the board of KSI, July 2024</em></span></p>
